Kamis, 14 November 2019

Kedatangan dari Darmawisata : Ketiduran Broooh

Bus wisata warna pink yang mengangkut semua anak pg dan ppg tiba di sekolah tepat setelah jam pulang sesuai jadwal.


Ibu2 yang telah menunggu putra Putrinya juga cukup heboh dengan mengabadikan momen kedatangan ini. Termasuk gueh yang bahkan berdiri di luar pagar.

Anak2 mulai diturunkan satu persatu dan berbaris rapi masuk sekolah. Tentu saja, emak2nya sudah pada heboh sendiri dengan anak2nya.

Ada seorang ayah yang menunggu kedatangan anaknya, dan menyambut putranya itu dengan sukacita. Entah apa pertanyaan yg ditanyakan bapaknya itu, dan apa pula jawaban si anak, yang jelas dengan berbinar memuji putranya itu. Waaah, kakak hebaaat. Gt katanya.

Pertanyaannya, dimanakah anakku. Kok si bakpau g keluar2.

Bu rosi pun turun dari bus, dan mengatur anak2 yang semburat itu. Bu rosi pun hilang bahwa si bakpau ketiduran di perjalanan. Mungkin akan diturunkan di bagian belakang bus.


Kemudian kutunggu di pintu belakang bus. Heran gueh kok g keluar2. Ternyata bu laras keluar dengan menggendong si bakpau yg tertidur pulas.


Oo.. mungkin dia lelah berkegiatan hari ini. atau lelah menangis.


Kasian? Oh jelas. Tapi jd ortu jg ada kalanya harus tega, dan ini sebuah masa yang harus dihadapi, dan dilalui.


Teringat perkataan pak hanif dhakiri : jika kamu tak keras pada dirimu sendiri, jangan salahkan dunia yang kejam padamu.
Benar2 sebuah quote yang menamparku.


Dia tertidur hingga sertijab eh sertindong. Serah terima dalam gendongan. Dan terbangun krn sinar mentari menerpa wajahnya. Bakpau memang mudah sekali bangun, meski masih belum penuh kesadarannya.


Segera ku pamit pada bu laras, dan werdor pulang ke rumah. Karena semua anak boleh langsung pulang menuju rumah masing2.


Dalam perjalanan, bakpau masih setia dalam pelukanku. Mungkin antara belum penuh, masih ngantuk, tapi pgn ndepis emaknya yang tega2nya meninggalkannya tadi pagi


Suaranya pun sudah parau sejak kemarin akibat batuk berkepanjangan. Badannya sedikit sumer hari minggu kemarin. Tapi kupaksakan sekolah dengan bantuan obat penurun panas.


Untuk menyenangkannya, kuajak dia beli ayam roket. Hingga akhirnya dia meminta untuk andok di tempat. Berhubung kurang memungkinkan, akhirnya kubujuk dia supaya sabar dl sampai rumah.


Sayangnya, keinginannya minum air putih sudah tak bisa dibendung. Dan minumlah dia sambil menunggu burger pesananku matang. Sambil menghabiskan air mineral botolnya, dia menanti dengan setia.


Maafkan emakmu ini ya nak, ini memang harus dihadapi. Semoga kamu tak lama melalui masa transisi ini. Sebuah adaptasi kadang begitu keras, tapi aku yakin kamu hebat dan mampu melaluinya dengan gemilang..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Niat zakat

Dan *Untuk kegiatan kelas yang bisa  lakukan bersama ananda hari ini  juga masih * Menyampaikan materi ramadhan Materi: pengertian Zakat ...